Hallo sahabat. Pada Artikel yang anda baca kali ini dengan judul "Beri Saran untuk Jokowi, Ratna Sarumpaet: Kalau Ingin 2 Periode, Hindari Cara Konyol dan Keterlaluan"
Kami telah mempersiapkan artikel ini dengan baik untuk anda baca dan ambil informasi didalamnya. mudah-mudahan isi postingan Artikel yang kami tulis ini dapat memberikan anda informasi terbaru dan terunik. baiklah, selamat membaca.
Siapa yang tidak kenal dengan Seniman satu ini, Ratna Sarumpaet. Dengan Komentar - komentar pedasnya beliau dikenal, dan kali ini beliau juga mengkritik/ memberi pesan kepada Jokowi Selaku Presiden
Diketahui, Jokowi kembali mencalonkan diri di Pilpres 2019 dan telah dideklarasikan partai PDIP.
Lantaran hal itu, apapun yang dilakukan Jokowi kerap menjadi sorotan.
Diketahui, beberapa waktu lalu video viral saat TNI dan Polri tengah membagikan sembako di Pasar Gede, Solo, Jawa Tengah.
Terlihat dalam video yang menunjukkan adanya sejumlah aparat kepolisian dan tentara yang terlibat dalam pembagian sembako diiringi ucapan “terima kasih, terima kasih, ini dari presiden, ini dari presiden……”, ujar seorang oknum polisi.
Lantaran adanya video itu, Wakil Ketua DPR RI, Fadli Zon, menuliskan cuitannya.
"Fadli Zon: Apakah Bagi-Bagi Sembako Saat Kunker Sudah Jadi Protap?," tulis Fadli Zon.
Rupanya cuitan tersebut mendapatkan tanggapan dari Ratna Sarumpaet.
Ratna berpendapat soal bagi-bagi sembako yang menurutnya tidak etis dan konyol.
Terlebih menurutnya, hal itu dilakukan saat kunjungan kerja.
Ratna Sarumpaet menilai, acara bagi-bagi sembako adalah cara-cara yang keterlaluan dan membuat rakyat muak.
"Kalau pak @jokowi ingin terpilih kembali sebagai Kepala Negara atau ingin 2 periode, saya sarankan agar Bapak Berusaha keras menghindari cara2 tidak etis atau konyol seperti “Bagi2 sembako saat Kunjungan Kerja” Sebab cara2 seperti itu keterlaluan dan bikin rakyat muak. (saran)," tulisnya.
Sebelumnya, Ratna Sarumpaet menanggapi pernyataan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang menyebut Sumber daya Alam (SDA) tidak mejamin kesejahteraan rakyat.
Saat itu, Jokowi menegaskan, sumber daya alam melimpah tak menjamin kesejahteraan sebuah bangsa.
Bisa saja, melimpahnya SDA justru menimbulkan konflik.
"Saya ingin menegaskan di sini bahwa kekayaan sumber daya alam tidak bisa menjamin sejahtera dan kesuksesan bangsa," kata Jokowi saat membuka Rembuk Nasional Pendidikan dan Kebudayaan di Depok, Jawa Barat, Selasa (6/2/2018). "Ini perlu saya tekankan di awal karena kita selalu agungkan masalah sumber daya alam kita," kata Jokowi.
Jokowi mengingatkan kepada para peserta Rembuk Nasional yang hadir, bahwa yang dapat memajukan sebuah bangsa adalab sumber daya manusia (SDM). "Ini berada dalam tanggung jawab yang besar sekali di pundak bapak ibu yang hadir," kata Jokowi.
Menanggapi pernyataan Jokowi itu, Ratna tampak kecewa dengan penasehat Presiden yang tidak mengawal statemen Jokowi.
Bahkan, Ratna menyebut para penasehat Presiden itu digaji rakyat untuk mengawal pernyataan presiden.
Ini memalukan. Segerombolan orang digaji rakyat untuk jadi penasehat Presiden atau paling tidak mengawal statement-statement beliau, kok pak @jokowi dibiarkan bicara bersalahan? Apa kata dunia?"
Sumber
Kami telah mempersiapkan artikel ini dengan baik untuk anda baca dan ambil informasi didalamnya. mudah-mudahan isi postingan Artikel yang kami tulis ini dapat memberikan anda informasi terbaru dan terunik. baiklah, selamat membaca.
Siapa yang tidak kenal dengan Seniman satu ini, Ratna Sarumpaet. Dengan Komentar - komentar pedasnya beliau dikenal, dan kali ini beliau juga mengkritik/ memberi pesan kepada Jokowi Selaku Presiden
Diketahui, Jokowi kembali mencalonkan diri di Pilpres 2019 dan telah dideklarasikan partai PDIP.
Lantaran hal itu, apapun yang dilakukan Jokowi kerap menjadi sorotan.
Diketahui, beberapa waktu lalu video viral saat TNI dan Polri tengah membagikan sembako di Pasar Gede, Solo, Jawa Tengah.
Terlihat dalam video yang menunjukkan adanya sejumlah aparat kepolisian dan tentara yang terlibat dalam pembagian sembako diiringi ucapan “terima kasih, terima kasih, ini dari presiden, ini dari presiden……”, ujar seorang oknum polisi.
Lantaran adanya video itu, Wakil Ketua DPR RI, Fadli Zon, menuliskan cuitannya.
"Fadli Zon: Apakah Bagi-Bagi Sembako Saat Kunker Sudah Jadi Protap?," tulis Fadli Zon.
Rupanya cuitan tersebut mendapatkan tanggapan dari Ratna Sarumpaet.
Ratna berpendapat soal bagi-bagi sembako yang menurutnya tidak etis dan konyol.
Terlebih menurutnya, hal itu dilakukan saat kunjungan kerja.
Ratna Sarumpaet menilai, acara bagi-bagi sembako adalah cara-cara yang keterlaluan dan membuat rakyat muak.
"Kalau pak @jokowi ingin terpilih kembali sebagai Kepala Negara atau ingin 2 periode, saya sarankan agar Bapak Berusaha keras menghindari cara2 tidak etis atau konyol seperti “Bagi2 sembako saat Kunjungan Kerja” Sebab cara2 seperti itu keterlaluan dan bikin rakyat muak. (saran)," tulisnya.
Sebelumnya, Ratna Sarumpaet menanggapi pernyataan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang menyebut Sumber daya Alam (SDA) tidak mejamin kesejahteraan rakyat.
Saat itu, Jokowi menegaskan, sumber daya alam melimpah tak menjamin kesejahteraan sebuah bangsa.
Bisa saja, melimpahnya SDA justru menimbulkan konflik.
"Saya ingin menegaskan di sini bahwa kekayaan sumber daya alam tidak bisa menjamin sejahtera dan kesuksesan bangsa," kata Jokowi saat membuka Rembuk Nasional Pendidikan dan Kebudayaan di Depok, Jawa Barat, Selasa (6/2/2018). "Ini perlu saya tekankan di awal karena kita selalu agungkan masalah sumber daya alam kita," kata Jokowi.
Jokowi mengingatkan kepada para peserta Rembuk Nasional yang hadir, bahwa yang dapat memajukan sebuah bangsa adalab sumber daya manusia (SDM). "Ini berada dalam tanggung jawab yang besar sekali di pundak bapak ibu yang hadir," kata Jokowi.
Menanggapi pernyataan Jokowi itu, Ratna tampak kecewa dengan penasehat Presiden yang tidak mengawal statemen Jokowi.
Bahkan, Ratna menyebut para penasehat Presiden itu digaji rakyat untuk mengawal pernyataan presiden.
Ini memalukan. Segerombolan orang digaji rakyat untuk jadi penasehat Presiden atau paling tidak mengawal statement-statement beliau, kok pak @jokowi dibiarkan bicara bersalahan? Apa kata dunia?"
Sumber




0 Response to "Beri Saran untuk Jokowi, Ratna Sarumpaet: Kalau Ingin 2 Periode, Hindari Cara Konyol dan Keterlaluan"
Posting Komentar