Mesothelioma Cancer News Diagnóstico y tratamiento del mesotelioma pleural maligno Mesothelioma Law Firm mesothelioma cancer mesothelioma asbestos

Soal Puisi yang Dianggap Lecehkan Agama, Ganjar Pranowo: Puisi Bagus Gitu Lho

Hallo sahabat. Pada Artikel yang anda baca kali ini dengan judul "Soal Puisi Gus Mus Hingga Tudingan Lecehkan Agama, Ganjar Pranowo : Puisi Bagus Gitu Lho"

Kami telah mempersiapkan artikel ini dengan baik untuk anda baca dan ambil informasi didalamnya. mudah-mudahan isi postingan Artikel  yang kami tulis ini dapat memberikan anda informasi terbaru dan terunik. baiklah, selamat membaca.

Belum lama ini Masyarakat di Indonesia dihebohkan oleh Bu Sukmawati karena dianggap melecehkan syariat Islam. Bu Sukmawati dianggap melechkan Cadar dan Adzan dengan membandingkannya dengan Konde dan Puisi.

Setelah itu Terjadi Hal Serupa yang dianggap Melecehkan Syariat Islam di Jawa Tengah.


“…Kau ini bagaimana. Kau bilang Tuhan sangat dekat. Kau sendiri memanggil-manggilnya dengan pengeras suara setiap saat…”

Itulah salah satu penggalan puisi karya Ahmad Mustofa Bisri atau Gus Mus yang dibacakan calon Gubernur Jawa Tengah Ganjar Prabowo, dalam sebuah acara talk show di salah satu televisi swasta.

Pembacaan puisi tersebut menuai kontroversi.
Beberapa kalangan menganggap Ganjar melecehkan agama.



Bahkan ada netizen yang menganggap Ganjar adalah orang dungu.

Menanggapi hal itu, Ganjar hanya mesam mesem saja.

Menurutnya, tidak ada yang salah dalam bait-bait puisi karya Gus Mus yang ditulis pada tahun 1987 lalu.

"Menariknya, ketika saya membawakan puisi tersebut, yaa aman aman saja, tak ada yang protes. Lha wong yang baca puisi ini sudah puluhan orang kok, mulai dari santri sampai menteri," kata Ganjar, seusai menghadiri Rapat Kerja Cabang Khusus (Rakercabsus), di Kantor DPC PDIP Kabupaten Demak, Minggu (8/4/2018).



Ganjar datang bersama pasangannya, Taj Yasin Maemoen.

Acara dalam rangka pemantapan pemenangan Pilkada Jateng 2018 itu, juga dihadiri perwakilan partai pengusung, pimpinan DPD PDIP Jateng serta ratusan kader DPC PDIP Demak.


Menurut Ganjar, sudah banyak para pembawa karya Gus Mus yang berjudul “Kau Ini Bagaimana atau Aku Harus Bagaimana” sejak puluhan tahun penciptaannya.

Ketika dibacakan oleh Cagub berambut putih itu, menjadi berbeda lantaran ada pihak yang mencetuskan isu SARA.

"Puisi bagus gitu lho. Mosok kemudian saya melecehkan. Edan po, lha wong pasangan Saya aja Gus, putra Kiai kok. Itu orang yang bilang saya dungu sudah minta maaf," ucap Ganjar.


Bahkan Ganjar menambahkan orang yang sudah memberinya label dungu gara - gara membacakan puisi tersebut berbalik pikiran setelah ada klarifikasi.

"Dalam permintaan maafnya, dia malah balik 'mendungukan' dirinya sendiri, setelah ada nasihat tentang pendalaman mengajinya," terang Ganjar.

Terkait visi misi membangun Jateng ke depan, Ganjar menyatakan bahwa pembangunan material dan spiritual akan menjadi satu paket.

"Cara berpikirnya jangan sampai digeser geser pada kepentingan kelompok kemudian di kapitalisasi dan diprovokasi," ucap Ganjar.

Ganjar menilai bahwa untuk memecah belah rakyat, dibuatlah sebuah opini yang menggiring seolah olah para negarawan dan para pemimpin negara melakukan penistaan agama.

"Nggak ada, nggak ada. Nggak ada gaya penistaan agama. Masyarakat Jateng jangan mudah percaya isu SARA. Sebaiknya tabayyun (klarifikasi) ," pesan Cagub nomor satu ini.


Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Soal Puisi yang Dianggap Lecehkan Agama, Ganjar Pranowo: Puisi Bagus Gitu Lho"

Posting Komentar

KODE DFP DISINI